Bank Mandiri Batasi Pinjaman Valas di 2009

Jumat, 19/12/2008 11:48 WIB
Bank Mandiri Batasi Pinjaman Valas di 2009
Angga Aliya ZRF – detikFinance


Foto: ir/detikFinance

Jakarta – PT Bank Mandiri Tbk akan membatasi pinjaman valas dari luar negeri dan lebih memfokuskan penghimpunan dana dari dalam negeri pada 2009. Demikian juga untuk kucuran kredit yang akan diperbanyak dalam bentuk rupiah.

Demikian disampaikan Dirut Bank Mandiri Agus Martowardojo usai penandatanganan MoU dengan Semen Gresik di Plaza Mandiri, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (19/12/2008).

“Tahun depan akan lebih banyak himpun dan dari dalam negeri dan batasi pinjaman valas dari luar. Untuk kucuran kredit pun akan diperbanyak dalam bentuk rupiah,” katanya.

Menurut Agus, hal ini dilakukan karena pemberian kredit dalam bentuk valas biasanya pendanaannya (funding) pun berasal dari luar negeri. Biaya funding ini bisa jadi sangat mahal di saat seperti sekarang.

“Soalnya kalau kasih bentuk valas funding-nya pasti dari luar negeri, jadi bisa cukup mahal,” katanya.

Agus menambahkan, sampai saat ini dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri dalam bentuk valas dari dalam negeri mencapai US$ 4 miliar. Dari dana sebanyak itu, valas yang sudah disalurkan mencapai US$ 3,5 miliar.

Capex

Pada 2009 Bank Mandiri menganggarkan belanja modal (capex) sebanyak US$ 50 juta dan Rp 600 miliar. Dana sebanyak itu akan digunakan untuk investasi information tecnology (IT), penambahan infrastruktur dan pembukaan 264 kantor cabang terbaru.

“Capex Mandiri tahun 2009 sebesar US$ 50 juta untuk IT investment, ditambah Rp 600 miliar untuk tambahan infrastruktur dan pembukaan kantor terbaru sebanyak 264,” kata Agus.

Dari 264 kantor baru yang akan dibuka, dua diantaranya akan dibuka di Malaysia dan Shanghai. Selain itu anggaran capex tersebut juga akan digunakan untuk membeli 1.000 mesin ATM baru.

Sindikasi Semen Gresik

Agus menambahkan, pinjaman sindikasi yang diberikan ke Semen Gresik didanai sekitar 3-5 bank. Pinjaman tersebut berjangka waktu 10 tahun, dengan grace period 3 tahun di dalam 10 tahun itu. Untuk tingkat bunga akan disesuaikan dengan realisasi BI Rate pada 2009, tetapi akan berada di kisaran 12,5-15%.

“Sindikasinya terdiri dari 3-5 bank. Sebenarnya Rp 6,3 triliun itu Bank Mandiri sendiri bisa ngasih sampai Rp 7,8 triliun. Tapi kita akan berbagi dengan bank lain,” katanya.

Pada 2009 Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 15-17%.

(lih/ir)


About this entry